Tak lama lagi ASEAN
akan menghadapi kawasan industri bebas, atau yang kita kenal dengan nama ASEAN Economic Comunity. Berbagai
perdebatanpun mulai bermunculan terkait
keputusan Indonesia yang mengajukan percepatan AEC dari yang semula direncanakan akan berlangsung pada tahun 2020
kemudian dipercepat menjadi tahun 2015 mendatang.
Namun
bagaimanapun juga nasi telah berubah menjadi bubur, siap tidak siap indonesia
tetap harus menghadapi AEC tersebut, jika indonesia tidak segera berbenah dalam
menyambut AEC tadi, maka kemungkinan besar pasar indonesia akan dikuasai oleh
negara ASEAN lainnya, namun jika indonesia sanggup berbenah dan siap menyambut
AEC tadi, maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa menguasai industri di pasar
ASEAN ini.
Sebenarnya
Indonesia berpotensi besar dalam menghadapi AEC tadi, terutama dalam industri
keuangan syariah. Bagaimana tidak,
hampir total masyarakat indonesia
didominasi oleh masyarakat beragama Islam, sehingga dimungkinkan penguatan
sektor keuangan syariah akan sangat diharapkan dalam penguatan iklim ekonomi
Indonesia.
Namun
jika kita melihat market share lembaga keuangan syariah yang sangat populer
ditengah masyarakat yaitu industri perbankan syariah yang hanya mencapa 4,4%
dari total aset perbankan di indonesia, menunjukan bahwa sektor perbankan
syariah sendiri masih belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat indonesia yang
mayoritas muslim tersebut.
Padahal jika kita melihat
sejarah perjalanan perbankan syariah indonesia terutama pada saat terjadi krisis yang sangat besar yang melanda
indonesia, dimana saat itu perbankan syariah tetap tegak dan berhasil melalui
masa-masa krisis tersebut tanpa harus melakukan
merger seperti bank-bank lain. Seharusnya hal ini bisa menjadi acuan bagi
pemerintah untuk menjadikan perbankan syariah sebagai solusi terkait berbagai
permasalahan perekonomian indonesia, khususnya dalam menyambut AEC 2015 tadi.
Semoga perbankan
syariah bisa berkembang lebih pesat lagi, mengingat AEC tinggal menunggu satu
tahun lagi. Kerena mengingat indonesia memiliki potensi yang sangat bear dalam
menghadapi industri pasar bebas ASEAN tahun 2015 nanti,








0 komentar:
Posting Komentar