Monzer kahf mengangkat
sebuah judul besar yang cukup mewakili
pemikirannya terkait struktur pasar islam tersebut, yaitu “kerjasama yang bebas”.
Judul tersebut mengandung dua tema yang
cukup mewakili , yaitu semangat kerjasama dan kebebasan. Kemudian beliau juga
menjelaskan sejauh mana peran pemerintah dalam melakukan intervensi terhadap
pasar.
1. Kebebasan
Ekonomi
Kebebasan ekonomi yang
dimaksudkan oleh Monzer Kahf ini tidak sama dengan kebebasan yang dimaksudkan
oleh Adam Smith. Kebebasan yang dimaksudkan oleh Monzer Kahf di sini yaitu
lebih kepada pertanggung jawaban setiap individu kepada sang penciptanya.
Setiap manusia bebas
untuk melakukan segala aktivitas ekonomi yang ia inginkan, namun yang perlu
diingat adalah mereka harus mempertanggungjawabkan segala aktivitasnya di
hadapan Allah SWT, sehingga kebebasan yang mereka dapatkan adalah kebebasan yang
tida akan mengganggu kebebasan orang lain, atau kebebasan yang selalu berada
dijalan Allah SWT.
2. Kerjasama
Ekonomi Islam merupakan
ekonomi yang bebas, tetapi kebebasannya ditunjukan lebih banyak dalam bentuk
kerjasama daripada dalam bentuk kompetisi. Artinya segala aktivitas
perekonomian lebih ditujukan kepada kesejahteraan bersama.
Jadi Islam mengajarkan
bahwa berbuat baik kepada sesama adalam suatu keharusan bagi hambanya, supaya
tidak terjadi kesenjangan di masyarakat.
3. Keterlibatan
Pemerintah dalam Pasar
Pada dasarnya
pemerintah mengakuui bahwa harga terbentuk oleh keseimbangan dari tingkat
permintaan dan penawaran, akan tetapi pemerintah mengantisispasi adanya prilaku
dzolim yang dilakuakan oleh beberapa pihak dipasar, seperti Ikhtikar (monooli),
Tadlis (penipuan), Talaqqi rubban, dan
sebagainya. Sehingga di sini pemerintah memiliki beberapa peran dalam melakuakn
intervensi di pasar.
a.
Pemerintah berperan sebagai perencana,
dan penata produksi dan distribusi
Maksudnya adalah bahwa pemerintah
berperan dalam membuat sebuah aturan yang bertujuan agar terlaksananya
mekanisme pasar yang sesuai. Serta pemerintah juga memiliki hak untuk mengambil
alih produksi yang bertanggung jawab bagi kebutuhan hajat orang banyak.
b.
Pemerintah berperan sebagai Supervisor
atau pengontrol
Pemerintah berperan sebagai supervisor
memiliki beberapa tujuan
1. Meningkatkan pemenuhan tujuan negara
secara efisien
2. Memelihara agar aturan-aturan
permainan yang ditetapkan oleh Allah SWT bisa selalu didukung.
(Ditulis
berdasarkan hasil Pemahaman dari buku Ekonom Islam yang ditulis oleh Monzer
Kahf)









1 komentar:
good
Posting Komentar