Tak terasa ForSEI
hampir menginjak usia 12 tahun, usia yang sudah tak muda lagi bagi sebuah forum
ilmiyah. Tapi bertambahnya usia ini tidak sama dengan apa yang dirasakan
manusia ketika mengalami pertambahan usia, yang seiring bertambahnya usia maka
berkurang pula waktunya untuk hidup. Akan tetapi perpanjangan usia ini
menandakan akan kemapanan ForSEI dan kontribusinya bagi ekonomi Islam serta
umat.
Berbicara tentang kontribusi, ya memang hal ini merupakan
sebuah tolak ukur dari keberadaan sebuah forum atau organisasi, apalagi organisasi
tersebut bergerak pada aktivitas nirlaba. Hal ini memang menjadi sebuah
pertanyaan besar terutama bagi ForSEI, selama 12 tahun keberadaan ForSEI di
tengah mahasiswa dan masyarakat, hal apa yang sudah ForSEI lakukan untuk berkontribusi
dalam mengembangkan Ekonomi Islam serta membantu mengatasi masalah ekonomi Indonesia.
Namun di sini saya tidak akan membahas bagaimana kontribusi
ForSEI dalam membantu mengatasi masalah ekonomi Indonesia, karena masalah
tersebut merupakan wilayah bagi mereka yang menduduki jabatan di kursi negara. Tapi
di sini saya akan lebih membahas bagaimana kontribusi ForSEI dalam mengembangkan
sistem Ekonomi Islam di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan mereka yang nantinya
akan menjadi pejuang-pejuang Ekonomi Islam di masa depan.
Keberadaan ForSEI dinilai sangat diharapkan untuk
membantu memfasilitasi mereka para calon pejuang Ekonomi Islam, khususnya yang
berada di sekitar kampus UIN Sunan Kalijaga. Sehingga seharusnya tujuan dari
program-program ForSEI tersebut, bukanlah untuk membesarkan kader-kader yang berada
di dalamnya, tetapi program-program tersebut bertujuan untuk menyiapkan seluruh
stake holder Ekonomi Islam di sekitar kampus UIN Suka ini.
Satu gagasan dari saya, ForSEI ada bukan untuk mereka
yang berada pada barisan depan ForSEI, ForSEI ada bukan untuk membesarkan nama
ForSEI, ForSEI ada bukan untuk membesarkan para kadernya. Tapi ForSEI ada untuk
Ekonomi Islam, ForSEI ada untuk umat, ForSEI ada untuk mereka yang akan menjadi
gerakan pembebas kesenjangan sosial. Semoga gagasan ini bisa kita jadikan
semangat dam keyakinan bahwa Ekonomi Islam bukanlah sebuah alternatif, tapi
Ekonomi Islam adalah sebuah solusi konkrit bagi perekonomian yang sudah
terlanjur hancur.
a
a







0 komentar:
Posting Komentar